STUDIA Edisi 316/Tahun ke-7 (20
Nopember 2006)
Bukan maksud
nuduh-nuduh tanpa bukti, bukan pula sedang ngegosip ampe ngebusa. Tapi ini
ngomongin kenyataan. Kata Nabi saw. “nahnu nahkumu bidzawaahir, wallahu
yahkumu bisysyaraair” (kami menghukumi apa yang terlihat, dan Allah yang
akan menghukumi apa yang tersembunyi). Nah, kenyataannya tentang perilaku Mr
Bush memang bisa kita liat dan rasakan dengan jelas. Kita bakalan ngejembrengin
sebagian aksi-aksi doi yang bak koboi Texas. Dar-der-dor pake senjata nembakkin
siapa aja yang berani ngelawan kebijakannya atau menekan secara politik kepada
siapa pun yang membangkang kepadanya.
Pascatragedi 11 September 2001 di Amrik sono, Bush getol bin rajin
ngeluarin pernyataan dan sekaligus tindakan yang membahayakan dunia. Khususnya
dunia Islam. Hmm.. nggak perlu sulit ngeliat hasil kerja doi dan pasukannya.
Bubuk roti kena mata alias bukti udah nyata. Liat deh di Afghanistan dan Irak.
Sebulan setelah tragedi “911” Amerika nyerang Afghanistan. Sampe
kini, Afghanistan jadi tak karuan kondisinya. Negeri ini dituduh sama Mr Bush
telah nyembunyiin Osama bin Laden (Usamah bin Ladin) yang diduga kuat sebagai
dalang dari serangan 911 ke gedung WTC yang menewaskan lebih dari 3000 orang. But,
sampe kini yang dituduh nggak jelas di mana berada: apa udah mati atau masih
keluyuran bebas entah di mana.
Lagian, bukti kalo Osama dan jaringan al-Qaedah adalah pelaku
serangan teror di Amrik tersebut sampe sekarang masih gelap. Ada yang bilang
kalo Bush cuma dendam ama Taliban. Soalnya, nih gerilyawan yang kabarnya pernah
‘dibina’ oleh CIA (Central Intelligence Agency), dinas rahasia paling
top di Amrik, untuk bantuin ngusir Soviet malah mulai membangkang dan melawan
kebijakan Amrik di sono. Selain itu, tentu Amrik pengen pengaruhnya di wilayah
Asia Tengah tersebut diperhitungkan. Apalagi setelah Soviet—yang mengemban
ideologi Sosialisme-Komunisme—bubar. Nggak ada lagi hambatan bagi Amerika buat
nyebarin ideologi Kapitalisme. Kalo waktu perang dingin, agen CIA sering adu
lihai dengan agen Soviet bernama KGB. Khong Guan Biskuit? Bukan, KGB tuh
akronim dari Komitet Gosudarstvenoi Bezopasnoti. Kini, CIA melenggang
sendirian.
Sobat muda muslim, catatan aksi Bush bukan cuma di Afghanistan,
tapi juga di Irak. Bush memerintahkan invasi ke Irak pada Maret 2003. Saddam
Husein memang berhasil digulingkan oleh ‘pasukan ahzab’ alias pasukan gabungan
dari Amerika, Inggris, Perancis dan negara sekutu Amrik lainnya di bawah
pimpinan Mr Bush. Orang nomor wahid di Amrik ini melakukan invasi ke Irak
dengan dalih bahwa Irak punya senjata pemusnah massal, dan itu akan
membahayakan dunia. Meski pada faktanya sampe sekarang di Irak nggak ditemukan
senjata pemusnah massal. Nah lho?
Di Irak, sejak pendudukan Amerika pada 2003 sampe sekarang, rakyat
Irak yang menjadi korban sekitar 650 ribu orang. Sungguh prestasi Bush yang tak
layak dijadikan teladan karena sangat kejam dan berbahaya bagi dunia. Belum
lagi Bush menempatkan penjara berpengamanan tingkat tinggi di Guantanamo.
Penjara ini untuk tawanan Taliban, pejuang Irak, mujahidin Afghanistan dan
siapa saja yang dianggap teroris oleh Bush. Maka, nggak salah-salah amat kalo
hasil polling oleh surat kabar Inggris, The Guardian
(respondennya dari Inggris, Meksiko, Israel dan Kanada) menempatkan Bush
sebagai orang yang lebih membahayakan bagi dunia ketimbang Presiden Korea Utara
Kim Jong-il, Pemimpin Hizbullah Syaikh Hassan Nasrullah, dan Presiden Iran
Mahmud Ahmadinejad.
George W Bush memang getol banget ngajak dunia untuk memerangi
terorisme. Siapa aja yang menolak ajakannya, bakalan dicap berkawan dengan
teroris. Hmm.. jadi inget ucapan Anakin kepada Obi-Wan di film Star Wars
Episode III: Revenge of the Sith, “If you not with me, then you
my enemy!” yang diyakini mirip banget dengan ancaman Presiden George W. Bush
terhadap pihak lain berkait perang melawan terorisme. Dengan arogan dan nada
mengancam Mr Bush bilang, “Either you are with us or you are with the
terrorist’s”. Bagi AS, dunia dibelah menjadi dua: pendukung AS atau pendukung
teroris.
Itu artinya pula, Bush dan Amerika ingin menjadi polisi dunia.
Tapi ternyata (juga) menjadi penjahat dunia. Atau.. Amerika memang berwajah
ganda: menjadi polisi dunia sekaligus penjahat dunia? Oalah!
Oke, kalo gitu siapa penyebar radikalisme dan terorisme yang sesungguhnya?
Kamu pasti tahu jawabannya.
Bush bikin repot
Dengan sederet prestasi Mr Bush yang membahayakan dunia itu,
khususnya negeri-negeri Islam, apakah kita cengok aja atau melakukan ATM
alias aksi tutup mulut lalu diam pura-pura nggak tahu? Terus, kita malah sibuk
dan bergembira ikut menyambut kedatangan Bush ke negeri ini? Hmm.. seharusnya
kita dengan jujur bisa menjawab pertanyaan: Apakah kita pantes memposisikan
Bush sebagai tamu negara dan harus dilindungi? Lagian, untuk menyambut
kedatangan Bush saja udah bikin repot di mana-mana. Khusus di Bogor, pengamanan
Bush super ketat dan berlapis-lapis, Bro. Kesannya negeri ini adalah sarang
teroris, gitu lho. Terlalu! (silakan tirukan gaya Bang Rhoma Irama pas nyebutin
kata ini)
Ada 5 lingkaran kawasan yang harus steril dari aktivitas umum
ketika Bush berkunjung pada 20 Nopember 2006. Ring 1 adalah bagian dalam Istana
Bogor. Di sini ditempatin Secret Service, Detasemen Khusus Antiteror, dan
Pasukan Pengamanan Presiden. Ring 2 adalah halaman seputar Istana Bogor. Ring
ini bakalan diamankan oleh Satuan Keamanan Negara Polda Metro Jaya. Ring 3
adalah kawasan pintu gerbang dan pagar sepanjang 700 meter. Kawasan ini di
bawah pantauan Mabes Polri bagian reserse dan kriminal. Ring 4 adalah putaran
Kebun Raya dari Jalan Jalak Harupat sampai Jalan Ir. H. Juanda hingga Stadion
Pajajaran. Tempat ini dipercayakan keamanannya kepada Kepolisian Wilayah Bogor.
Nah, terakhir Ring 5, yakni kawasan sejauh 2 kilometer dari Istana Bogor.
Disiagakan pengamaman dari Polwil Bogor (Koran Tempo, 7 November 2006)
Akibat pengamanan yang berlebihan itu, kenyamanan warga Bogor di
sekitar kawasan yang kudu steril dari aktivitas umum itu jadi terganggu.
Angkutan umum dan kendaraan pribadi nggak boleh lewat situ. Pedagang yang
berada di wilayah itu harus menyingkir dulu. Sekolah dan kantor pun kudu
diliburkan. Jalur ponsel mati. Ya, bisa jadi kota Bogor “off” pada hari itu.
Wah, jadi banyak yang dikorbankan nih gara-gara Mr Bush datang. Bikin repot aja
tuh! (backsound: maklum, doi paranoid sama Islam, soalnya doi tuh getol banget
musuhin kaum Muslimin. Jadinya merasa banyak musuh. Inikah rasanya jadi
penjahat?)
Sobat, kita juga pantes mempertanyakan sama pemerintah kenapa
untuk menyiapkan kedatangan Bush aja pengamanan sangat ketat dan dana yang
dikucurkan begitu besar? Padahal, bangsa ini katanya lagi terpuruk. Nasib
saudara-saudara kita di Yogyakarta dan sebagian Jateng yang kena gempa masih
belum terurus semua. Warga di sekitar semburan lumpur dari perusahaan Lapindo
Brantas aja nggak jelas nasibnya. Apalagi menjelang musim hujan, tanggul
penahan lumpur bisa aja sewaktu-waktu jebol dan kemudian merendam desa mereka.
Tapi kenapa untuk mengurus nasib rakyat pemerintah ini memble aje? Nggak serius
gitu lho. Cuma sekadarnya aja. Ah, mana bisa diharepin kayak gitu mah atuh.
Betul ndak?
Waspadai agenda Mr Bush
Bertamu memang bisa dilakukan siapa aja, termasuk oleh Mr Bush. But,
kita juga kudu waspada atau bahkan sangat wajar untuk mencurigainya. Soalnya
udah ketahuan banget kan karakter Mr Bush yang kejam bin jahat itu. So,
bukan tak mungkin juga kalo kedatangan Mr Bush ke negeri ini adalah membawa
agenda tertentu yang kita belum tahu, tapi sebenarnya masih mungkin bisa
ditebak.
Ditebak? Yup, kita bukan paranormal, tapi tebakan kita berdasarkan
banyak peristiwa yang berkaitan dengan sepak terjang Mr Bush itu sendiri. Kalo
kita punya wa’yu siyasi alias kesadaran politik, maka kita bisa menerka
ke arah mana agenda Bush bergulir. Apalagi mengingat negeri ini adalah bangsa
Muslim terbesar di dunia. Sementara Bush masih menilai bahwa perang melawan
terorisme diterjemahkan sebagai perang melawan Islam dan kaum Muslimin. Bukan
tak mungkin kan, Bush ketika bertemu dengan Presiden SBY bakalan ngasih
petunjuk langsung berbagai kebijakan yang hendak dicapai di negeri ini. Ya,
ngasih petunjuk langsung, karena bisa jadi udah disiapkan draft-nya dan Pak SBY
tinggal teken perjanjian aja. Bisa aja kan? Wallahu’alam.
Sobat, kehati-hatian kita bukan tanpa alasan. Cendekiawan muslim,
Adian Husaini dalam Catatan Akhir Pekan (CAP) tertanggal 12 Nopember
2006 di situs http://hiyatatullah.com menuliskan, “Bagi umat Islam, Bush memang
agak lain dengan Presiden AS sebelumnya. Semasa pemerintahannya, Presiden yang
satu ini secara jelas merupakan pemimpin yang mengobarkan perang melawan umat
Islam di berbagai tempat. Sebagai bagian dari kelompok neo-konservatif dari
unsur fundamentalis Kristen, Bush telah memberikan corak yang khas dalam
pemerintahannya.”
Adian Husaini juga mengutip pendapat Esther Kaplan, dalam bukunya,
With God on Their Side: How Christian Fundamentalists Trampled Science,
Policy, and Democracy in George W. Bush’s White House, (New York: The New
Press, 2004), menggambarkan bagaimana cengkeraman kelompok Kristen
Fundamentalis dalam pemerintahan Bush. Di masa Bush inilah, untuk pertama
kalinya diadakan pengajian Bibel seminggu sekali di Gedung Putih dan dihadiri
oleh separoh lebih staf Gedung Putih. Di Department of Justice, setiap
hari dibacakan ayat-ayat Bibel.
“Tidak dapat dipungkiri, kebijakan perang melawan terorisme yang
diluncurkan Bush adalah kebijakan yang diarahkan memerangi kelompok-kelompok
Islam yang dipandang membahayakan kepentingan AS dan Israel,” tulis Adian dalam
CAP-nya.
So, itu artinya,
kita perlu waspada terhadap agenda tersembunyi yang bakalan diajukan Bush
kepada pemerintah negeri ini. Kata Bang Napi: “Kejahatan bukan hanya karena
niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan.” Nah, kesempatannya adalah,
kita membiarkan Bush leluasa datang ke sini. Klop. Ada niat pelaku, ada
kesempatan yang diberikan sama kita. Gawat deh. Itu sebabnya kita kudu menolak
kedatangan Mr Bush ke sini dan mewaspadai agenda politiknya.
Sobat muda muslim, pertimbangan utama kita menolak kedatang Mr
Bush adalah pertimbangan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Sebab,
udah jelas banget Allah Swt. mewanti-wanti kita dalam firmanNya: “Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan
Nasrani menjadi wali (pemimpin, pelindung, teman kepercayaan); sebagian mereka
adalah wali bagi sebagian lainnya. Barangsiapa di antara kamu yang mengambil
mereka menjadi wali, sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
(QS al-Maidah [5]: 51)
Jadi, jangan cengok aja ya. Sebaliknya, segarkan pikiranmu
dengan ideologi Islam dan tentu berjuang hanya untuk Islam. Allahu Akbar! [solihin:
sholihin@gmx.net]