STUDIA Edisi 304/Tahun ke-7 (31
Juli 2006)
Israel, negeri
penjajah Palestina itu, kayaknya udah nyiapin segalanya sebelum penyerangan ke
Libanon pada 12 Juli 2006 lalu. Sampe tulisan ini dibuat, 25 Juli 2006, korban
perang itu telah mengoleksi angka hampir 400 orang yang tewas (dan catat:
kebanyakan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak).
Tujuan Israel menyerbu Libanon, sebenarnya buat menumpas kelompok
Hizbullah pimpinan Syekh Hassan Nasrallah yang bercokol di Libanon. Emang sih,
Hizbullah ini kerap bikin repot Israel, terutama sejak kelompok ini berdiri
pasca serangan Israel ke Libanon pada Juni 1982 silam. Tapi, apa pantas Israel
menghujani Libanon dengan bom dan rudal-rudalnya cuma buat nangkepin anggota
Hizbullah yang udah menculik dua serdadu Israel? Kok kayaknya nggak abis pikir
deh kalo alasannya cuma itu. Israel kan punya Mossad, juga punya Sayeret
Matkal, dinas rahasia Israel yang konon terlatih itu. Bikin aja operasi
intelijen buat membebaskan dua serdadunya yang diculik. Tul nggak seh?
Sobat, tentu alasan itu kayaknya cuma kedok aja. Karena tujuan
utamanya adalah membungkam dan membekukan kegiatan militer Hizbullah. Selain
itu, Israel juga berupaya membangun opini di mata masyarakat Libanon (bahkan
mungkin dunia), bahwa kalo mereka berani membiarkan Hizbullah terus bercokol di
sana, kesengsaraanlah yang bakalan didapat bagi warga Beirut.
Buktinya, Israel kini sudah menggelar operasi militer di darat.
Mereka menjebol perbatasan Libanon dan merangsek ke dalam kota. Sebelumnya cuma
berani lewat udara atau melontarkan rudal-rudal yang menghanguskan sebagian
kota Beirut dan membunuh ratusan penghuninya.
Israel di bawah kepemimpinan Ehud Olmert memang kacau banget. Sama
seperti pendahulunya yang kini tak berdaya dihajar penyakit, Ariel Sharon.
Mereka memang keras sikapnya terhadap Palestina dan Libanon.
So, kalo
diperhatiin dengan seksama, Israel tuh sebenarnya ketakutan banget dengan
kekuatan Hamas dan Hizbullah. Maka, dengan dalih membebaskan seorang tentara
Israel yang diculik sekelompok anak muda yang tergabung dalam Izzuddin
al-Qasam--sayap militernya Hamas--mereka membombardir kawasan Gaza. Begitu pula
dengan Hizbullah, Israel ngeri betul gimana merepotkannya Hizbullah yang memang
memiliki senjata dan terlatih, apalagi udah masuk parlemen Libanon. Artinya
mereka direstui pemerintah setempat.
Prediksinya, Israel kelihatannya akan terus menggempur Libanon.
Jika ini yang dilakukan, maka bukan tak mungkin akan menyeret Suriah, negara
tetangga Libanon, yang juga sering merepotkan Israel. “Jika Israel menginvasi
masuk ke Libanon, mereka bisa mencapai daerah yang berjarak 20 kilometer dari
Damaskus,” kata Menteri Informasi Suriah Moshen Bilal kepada harian berbahasa
Spanyol, ABC.
“Apa yang bakal kami lakukan? Berdiam diri dengan senjata di
tangan? Jelas tidak. Suriah bakal masuk dalam konflik ini,” Bilal menegaskan.
Kalo Suriah terlibat, maka sudah bisa dipastikan Iran--sebagai
“kawan dekat”--Suriah akan ikutan melibatkan diri. Sementara di pihak Israel,
Amerika pasti nggak bakalan cengo’ aja kayak orang keder. Minimal
bakalan ngasih support Israel dengan peralatan militer canggihnya. Jika
ini yang terjadi, seru abis!
Tapi kalo dipikir-pikir, Israel tuh memang wajib dikasih pelajaran
dan ditindak dengan tegas. Jangan dibiarin memelihara rasa belagunya karena ada
dukungan dari Amrik. Seharusnya bukan cuma Hamas dan Hizbullah yang susah-payah
menahan gempuran dan berusaha mempertahankan diri dari serangan Israel, tapi
negeri-negeri seperti Suriah, Libanon, Iran, bahkan Kuwait, Arab Saudi, dan
Turki serta Mesir seharusnya bisa membantu. Biar Israel tahu diri kalo
keberadaannya di Timur Tengah sebenarnya bermasalah.
But, mimpi nggak
sih kalo kita ngarepin semua pemimpin Timur Tengah bergabung dan bersatu padu
untuk ngancurin Israel? Kalo kondisi pemimpinnya kayak sekarang: pengecut,
penakut, dan bermental inlander—kita pikir, memang mimpi kalo bisa ngalahin
Israel. Jadi, ayo pada bangun! Jangan bengong aja. Lagian masa’ sih kita tega
diem aja ketika ada tetangga yang dihajar orang sampe babak belur? Padahal kita
punya kekuatan untuk melawan si penghajar dan membantu korban. Ayo sadar diri!
Antara Yahudi dan Zionisme
Yahudi tuh sebenarnya terbagi dua kategori: sebagai etnis dan
sebagai agama. Sebagai etnis, orang Yahudi nggak mesti beragama Yahudi. Ada
juga yang beragama Islam. Sementara Yahudi sebagai agama, adalah seperti apa
yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam al-Quran, misalnya selalu memerangi kaum
Muslimin.
Sementara zionisme adalah sebuah gerakan politik yang digagas
Theodor Herzl. Ia telah menyusun doktrinnya sejak 1882 di Wina dan memberinya
bentuk yang sistemik pada 1896 di dalam bukunya mengenai “Negara Yahudi” (Der
Judenstaat), dan mulai menerapkannya secara konkret dalam Kongres Zionis
sedunia yang pertama di Bazel, Swiss pada 1897. Nah, ini sama bahayanya karena
mereka bergerak di bidang politik dengan bertujuan mendirikan negara, dan
ternyata memang berhasil. Ya, Israel itulah buktinya. Negara yang berdiri tahun
1948 setelah menjajah dan merampok negara Palestina.
Rasulullah saw., di awal masa pemerintahannya di Madinah, udah
bikin perjanjian dengan kaum Yahudi di sana. Namun, Yahudi bani Nazhir, bani
Qainuqa, dan bani Quraizhah membatalkan perjanjian tersebut. Nggak cuma itu,
mereka bahkan menggalang kekuatan dengan kaum Quraisy dan Ghathfan untuk
menyerang Nabi saw. dan kaum Muslimin. Perilaku Yahudi yang kayak gitu, membuat
Rasulullah saw. marah lalu memerangi dan mengusir mereka seluruhnya dari
Madinah.
Nah, perilaku Yahudi yang kini tergabung dalam zionisme Israel
adalah sama aja dengan perilaku Yahudi di jaman dulu yang pernah bersekongkol
untuk memerangi Nabi saw. dan kaum Muslimin. Allah menjelaskan dalam firmanNya:
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu
mengikuti agama mereka. (QS al-Baqarah [2]: 120)
Dalam ayat lain, Allah Swt. memberikan gambaran tentang Yahudi:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ
يَشْتَرُونَ الضَّلاَلَةَ وَيُرِيدُونَ أَنْ تَضِلُّوا السَّبِيلَ
Apakah kamu
tidak melihat orang-orang yang telah diberi bagian dari al-Kitab (Taurat)?
Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka menghendaki
kamu tersesat dari jalan (yang benar). (QS an-Nisa’ [4]: 44)
So, ati-ati dah
dengan mereka. Jangan sampe mereka membuat kita berpaling dari Islam atau
bahkan membuat kita membela mereka. Ih, amit-amit deh.
Israel nggak perlu ditakuti
Kalo ukurannya kekuatan militer, sebenarnya Israel tuh kalah jauh
sama negeri-negeri Islam yang ada di kawasan tersebut. Dengan satu negara
Suriah aja berimbang kok, kalo nggak mau disebut kalah. Misalnya, kekuatan
pasukan darat, laut, dan udara. Israel punya 576.300 tentara (termasuk 408 ribu
cadangan). Suriah memiliki 661.600 tentara (termasuk 354.500 cadangan).
Persenjataan? Bisa dibilang berimbang juga kok. Kapal perang
Israel 18 biji (termasuk 3 kapal selam). Sementara Suriah 14 biji. Pesawat
tempur (Israel 402, Suriah 632). Mungkin, jika Suriah jadi ikutan maka Israel bakalan
dapat lawan seimbang ketimbang menggempur Hizbullah. Apalagi kalo seluruh
kawasan Timur Tengah bersatu padu melawan Israel. Berdasarkan catatan Encarta
Reference Libary Premium 2005 aja, kalo keempat negeri Muslim yang
berdekatan wilayahnya dengan Israel seperti Turki, Mesir, Yordania dan Iran
bergabung, maka jumlah tentara mereka sekitar 1,6 juta personel), hmm… bakalan
jadi perkedel tuh negara zionis Israel! (atau minimal jadi tempe penyet!). So,
nggak perlu takut kan melawan Israel? Seharusnya sih begitu. Tul nggak?
Sobat muda muslim, wilayah Israel tuh kecil. Itu pun hasil
penjarahan dari Palestina. Seandainya seluruh kawasan Timur Tengah menghujani
Israel dengan batu pun bakalan ketutup tuh wilayah kecil mereka dengan batu.
Israel tuh menang gertak doang karena merasa ada dukungan dari Amrik sebagai
sahabat sejatinya. Ditambah pula dengan kepengecutan sebagian besar penguasa
negeri-negeri Timur Tengah, hasilnya Israel jadi belagu. Petantang-petenteng
kayak preman kampung.
So, jangan merasa
kecil di hadapan Israel. Apa kita diem aja melihat aksi mereka membantai kaum
Muslimin di Palestina? Apa kita bengong terus menyaksikan Beirut terbakar?
Memang, di Libanon itu nggak semuanya Muslim, tapi Israel jelas-jelas menyerang
milisi Hizbullah dengan cara ngancurin kota dan tentu aja itu berakibat
sebagian besar warga sipil Libanon ikutan jadi korban.
Bagi kita kaum Muslimin, nggak ada alasan untuk takut ngadepin
Israel. Apalagi kaum Muslimin adalah umat yang mulia. Allah Swt. berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ
Kamu adalah
umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma‘ruf,
dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS Ali Imran [3]: 110)
Dalam ayat di atas, Allah Swt. menegaskan dua perkara: Pertama,
umat Mumammad saw., adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia.
Artinya, kaum Muslim sejatinya menjadi umat terbaik dibandingkan dengan
umat-umat lain di seluruh dunia. Sebab, kata frasa linnâs menunjukkan
makna bagi seluruh manusia tanpa kecuali. Tolong dicatet ye.
Umat terbaik tentu bukanlah umat yang dijajah; yang pemimpinnya
diciduk bahkan dibunuh, rakyatnya dibantai, kekayaannya dirampas, ekonominya
dikuasai, perjanjiannya dikhianati, dan mereka dijadikan bulan-bulanan oleh
umat lain. Apakah kita rela membiarkan saudara kita di Palestina dan Libanon
dibantai Israel? Nggak rela banget deh.
Kedua, karakter sejati kaum Muslim adalah selalu melakukan amar
makruf nahi mungkar; tidak hanya terhadap individu atau penguasa, tetapi juga
terhadap negara-negara yang ada, terutama negara-negara besar yang merampas
kekayaan mereka, yang membantai rakyat mereka, dan lain-lain. Jadi, ayo para
penguasa negeri-negeri Muslim, kalian kudu berani melawan Israel dan Amerika.
Jangan takut!
Sobat, untuk melawan Israel ama Amrik emang dibutuhkan kesatuan.
Ngelawan Israel nggak cukup dilakukan Hamas dan Hizbullah, tapi seluruh umat
Islam. Itu sebabnya, umat Islam perlu dan wajib memiliki kekuatan dan kekuasaan
yang besar dan kuat, yang mampu menghentikan kejahatan negara besar macam
Amerika. Tanpa kekuatan demikian, umat Islam cuma bisa bengong dan bingung
sambil menyaksikan kejahatan musuh-musuhnya tanpa berani melawan. Hmm..
jangankan melawan Amrik, wong ngelawan Israel yang kecil aja kayaknya takut
banget, gitu lho. Aduh, benar-benar mengenaskan!
Nah, sebagai catatan bahwa kedua karakter yang diberikan sebagai
ciri umat Islam tersebut baru akan diraih dengan maksimal ketika umat Islam
menerapkan syariat Islam dan menyatu sebagai satu tubuh di bawah kesatuan Khilafah
Islamiyah. Jadi, tentu saja kita terus kampanyekan agar syariat Islam ini bukan
sebagai spirit aja, tapi formal alias diterapkan sebagai ideologi negara.
Oya, khusus untuk kasus ini, nggak ada salahnya juga buat kita
kalo mau ngasih pelajaran bagi Israel saat ini. So, yuk kita lawan
Israel. Perangi sekarang juga. Berani kan? Allahu Akbar![solihin:
sholihin@gmx.net]