STUDIA
Edisi 298/Tahun ke-7 (19 Juni 2006)
Bukannya
latah karena ada pagelaran spektakuler World Cup 2006 di Jerman, Studia
jadi ikut-ikutan ngebahas tentang sepak bola. Cuma emang baru kali ini tentang
cewek gibol dibahas dan diulas oleh cewek sendiri. Biasanya kan ditulis oleh
para cowok, dan mereka cuma sebagai pengamat aja karena mereka sendiri nggak
pernah jadi cewek kan? Jadi baca terus deh, pasti asyik karena cewek gibol
ditulis oleh cewek sendiri. BIar mantep dan berasa banget emopsinya. Nggak
percaya? Baca aja terus. Bukan nyuruh lho, tapi meminta. Hehehe...
Asli,
penggemar berat olahraga sepak bola sekarang ini bukan dominasi kaum adam aja.
Cewek juga sudah banyak banget yang pada suka. Bahkan seakan ada peraturan tak
tertulis kalo paham ngobrolin tentang sepak bola, gengsi para cewek terutama
ABG bakal naik. Why? Itu karena kalo diajak ngomong sama cowok-cowok sebayanya
tentang sepak bola jadi nyambung. Pembicaraan pun jadi asyik dan bikin temenan
juga tambah sip.
Fenomena
ini bukan cuma ada di World Cup 2006, sejak World Cup 1994, 1998 dan
2002 juga sudah banyak cewek yang demen nonton sepakbola. Soalnya ini
pengalaman penulis sendiri (hehehe..). Masalahnya, bagaimana bisa cewek hobi
nonton bola yang notabene kesukaan para cowok itu? Hmm... banyak banget
faktornya, simak paparan di bawah ini ye.
Alasan cewek suka bola
Banyak
banget alasan cewek suka nonton bola. Salah satu jawaban yang masuk akal dan
klise adalah karena pemainnya cakep-cakep (deuu...). Jawaban jujur ini berasal
dari pengakuan banyak teman yang pernah saya tanya tentang hobinya nonton bola.
Saking demennya mereka bisa sampai hapal formasi asli di negaranya
masing-masing sebelum berangkat ke World Cup. Misalnya Andrea Pirlo yang
memperkuat Italia berasal dari klub AC Milan, David Trezeguet yang membela
Perancis berasal dari klub Juventus, Ronaldinho yang mengawal Brasil adalah
pemain keren klub Barcelona. Nggak berhenti di situ, musim pertandingan juga
bakal diikuti meski hingga larut malam.
Selain
karena tampang keren, ada juga yang suka nonton bola karena ketularan sodara.
Kayak saya dulu suka banget nonton bola karena bapak, kakek, dan kedua sodara
laki-laki pada gibol juga. Padahal awalnya sebel banget sama olahraga satu ini.
Gimana nggak kalo bola satu direbutin sama segitu banyak orang. Kayak kurang
kerjaan aja.
Terus
yang paling bikin keki, bola sudah ada dekat dengan tiang gawang,
eh...tiba-tiba ada pemain lain nyelonong dan menendang tuh bola sehingga nggak
jadi gol. Grmffff...bikin sebel banget pokoknya. Tapi karena rumah nggak pernah
sepi dari tontonan serupa, lama-lama jadi bisa ngerti dan ikutan suka. Begitu
ceritanya. Dan ini diamini oleh beberapa teman yang punya history serupa
dengan saya. Witing trisno jalaran ora ono sing liyo. Awal suka karena
nggak ada channel lain yang bisa ditonton karena tivi sudah dijajah sama
kaum adam di rumah.
Hobi
bola ini masih terbatas nonton tivi aja sambil ditemani cemilan kacang goreng
yang asyik. Maksudnya yang asyik cemilannya, bukan nontonnya. Tapi ada juga
beberapa cewek yang hobi nonton bola sampai datang ke stadionnya loh. Kayak
yang dialami sama teman saya yang sebut saja namanya Santi. Awalnya saya nggak
percaya banget doi mau bela-belain datang ke stadion Gelora 10 November di
Tambaksari (nama stadion bola di Surabaya) untuk mendukung Persebaya. Soalnya
meski suka bola, banyak cewek anti nonton sepak bola negeri sendiri. Selain
pemainnya nggak bisa dikecengin, juga males banget nonton permainan yang kurang
profesional. Nggak seru. Selain juga suporter boneknya alias bondi nekat yang
bikin ngeri.
Tapi
temen cewek satu ini beda. Doi selalu bela-belain datang ke stadion untuk
nonton langsung. Pokoknya doi nggak pernah ketinggalan satu pertandingan pun.
Usut punya usut ternyata doi lagi pacaran sama kiper Persebaya saat itu.
Huu...coba kalo nggak ada yang dikecengin, pasti mending tidur di rumah deh
(heuheuheu...)
Tapi
nggak semua cewek bertipe kayak Santi. Ada juga yang seneng bola karena
dasarnya emang suka nonton aja. Sebut aja cewek yang satu ini, Eli. Gibol doi
patut diacungi jempol. Bukan aja suka nonton bola, tapi cewek satu ini bisa
menyebutkan dengan detil pemain-pemain sebuah tim yang berlaga plus latar
belakang dan semua yang berkaitan dengan permainan si kulitt bundar.
Doi
bahkan bela-belain selalu mengikuti berita tentang dunia sepak bola dengan
membeli secara rutin tabloid-tabloid bola. Tidak itu saja, majalah tentang
sepak bola yang covernya sering memajang salah satu sosok cakep dari tim
Italia, Inggris atau pun Perancis, selalu dibelinya. Padahal harga tuh majalah
setara dengan dua minggu uang saku saya! Tapi asyiknya, si Eli ini gibolnya
termasuk tipe yang cool alias nggak ganjen sebagaimana gibol cewek lain
yang cuma buat sok-sokan. Dan yang asyik lagi, doi bukan tipe cewek pelit kalo
majalah bola miliknya saya pinjam. Gedubrak!
Emang kenapa kalo
cewek gibol?
Alasan
kenapa cewek jadi gibol udah dibahas di atas. Terus, emang kenapa kalo cewek
jadi gibol? Sebetulnya nggak kenapa-napa sih. Toh, aktivitas nonton bola via
tivi emang mubah kok. Selama yang hukumnya mubah ini nggak mengalahkan yang
hukumnya sunah apalagi wajib, semisal membantu ortu, belajar, sholat dan ngaji.
Kalo gara-gara gibol jadi kesiangan sholat subuh dan malas disuruh ortu untuk
beli garam di warung sebelah misalnya, ini yang berabe. Bukan hanya nonton
bola, kegiatan apa pun itu kalo memalingkan kamu dari sesuatu yang sunah dan
wajib maka bisa berakibat dosa.
Jadi,
meskipun kamu kesengsem berat sama wajah cute-nya David Beckham plus
tendangan bebasnya yang oke punya, jangan sampe lupa daratan. Seberapa serunya
pertandingan bola yang sedang berlangsung, tetap kudu ingat melakukan
kewajiban. Toh biar pun kamu tergila-gila sama para pemain cakep itu, mereka
juga nggak bakal memberi kamu perhatian lebih. Jadi, kagum secara wajar boleh
aja asal jangan sampe kelewatan.
Banyak
banget tuh cewek terutama ABG (ibu-ibu ada nggak yah?) yang ngefans sama pemain
sepak bola dari Italia dan Inggris sampe kebawa mimpi. Gimana nggak mimpi kalo
ternyata dinding kamar penuh wajah-wajah cute mereka. Padahal kalo
dipiki-piki, mereka kan nggak kenal sama kamu. Terus ngapain juga kamu harus
hapal segala sesuatu tentang mereka? Kecuali sebatas agar nggak kuper ketika
teman-teman ngobrolin tentang mereka sih it’s okay. Tapi apa perlu sih sampe
ada poster mereka mejeng di dalam kamar? Sodara bukan, tetangga juga nggak,
boro-boro jadi suami, Naudzbillah. Kecuali kalo doi mau insaf dan ganti
profesi dari pemain bola jadi pengemban ideologi Islam, itu baru bisa
dipertimbangkan. Kalo nggak, cuma menuh-menuhin tembok aja. Tul nggak seh?
Cewek gibol kudu
cerdas
Apa
maksudnya neh? Meski kamu termasuk cewek yang gila bola tapi kamu kudu cerdas.
Soalnya banyak banget cewek-cewek di luar sana yang nggak cerdas sama sekali
dan cuma menjadi sebatas cewek gibol yang STD alias Standard. Kamu jangan mau
jadi yang tipe ini. Siapa pun kamu adanya dengan hobi apa pun, kamu kudu jadi
cewek yang beda.
Trus,
gimana caranya jadi cewek gibol yang beda?
Pertama, kamu kudu kritis. Pernah nggak kamu berpikir ada apa di balik ajang
spektakuler yang digelar tiap empat tahunan itu? Mengapa gaungnya bisa mendunia
sedahsyat itu? Apa sih tujuan sebenarnya dari momen seperti itu? Dan berbagai
pertanyaan lain yang menunjukkan kamu sebagai cewek gibol yang beda.
Permainan
semacam World Cup ini sengaja dibuat untuk memalingkan penduduk dunia
dari permasalahan kehidupan yang sebenarnya. Contoh kecil saja; penduduk
Argentina yang tertimpa krisis ekonomi berkepanjangan dan berimbas pada
pegangguran, kemiskinan yang parah, kelaparan dll merasa sedikit ‘terobati’
ketika menyaksikan tim nasional mereka berlaga di ajang bergengsi ini. Mereka
jadi ‘lupa’ pada perutnya yang keroncongan. Tapi apakah mereka akan kenyang
dengan suguhan tim nasionalnya berlaga? Tentu nggak banget deh. Betul ndak?
Imbas
yang lain adalah bagi kehidupan kaum muslimin. Lihatlah betapa seringnya
tim-tim dari negeri berpenduduk mayoritas Islam menjadi pecundang di ajang World
Cup. Masih ingat nggak di pagelaran empat tahun lalu ketika Arab Saudi
dicukur Jerman dengan skor 8-0? Secara tidak langsung hal ini mempengaruhi
psikologis penduduk dunia khususnya umat Islam. Mereka menjadi inferior alias
minder mempunyai tim yang nggak bisa dibanggakan. Hingga ada sebuah joke yang
sempat terdengar ‘jangan-jangan bolanya dilumuri minyak babi biar pemain-pemain
Arab nggak ada yang mau nendang’. Ironis sekali!
Kedua, kamu kudu nyadar. Sadar bahwa semua permainan ini adalah skenario
global untuk melalaikan kaum Muslimin dari penindasan Kapitalisme-Sekularisme.
Sport hanya salah satu dari agenda besar Barat yang terdiri dari 3 S untuk
membuat pemuda muslim lalai dari kewajibannya. “S” yang lain adalah Song
and Sex. Untuk tema ini lain kali aja insya Allah kita bahas.
Sepak
bola juga hanya salah satu dari sekian banyak cabang olahraga yang merupakan
sasaran empuk untuk menguras duit dan energi kaum Muslimin. Bayangkan berapa
banyak waktu dan dana yang terkuras untuk membiayai sepak bola. PSSI (Persatuan
Sepak Bola Seluruh Indonesia) tempo hari mendapat kucuran dana sekitar 1 milyar
dari pemerintah dalam hal ini departemen yang membawahi olahraga. Itu aja pihak
PSSI masih merasa kurang. Bandingkan dengan perputaran uang dalam ajang segede World
Cup. Nggak kehitung lagi dah!
Belum
lagi transfer gaya hidup para pemain sepak bola itu yang cenderung hedonis.
Yang namanya idola, bukan nggak mungkin gaya hidup mereka akan ditiru para
fans-nya. Itu masih dari segi pemainnya. Kalo kita mau sedikit lebih jeli,
media pun juga menyoroti gaya para pendukung tiap kesebelasan itu. Baik cewek
atau pun yang cowok semua berdandan serba kebablasan. Muka dan rambut dicat
bendera ala nasionalisme masing-masing negara, pakaiannya pun serba terbuka
kalo nggak dibilang telanjang. Inilah celah bagus untuk merusak generasi muda,
terus-menerus disuguhkan menjadi sebuah tontonan dan hiburan.
Ternyata
urusan World Cup bisa panjang bahasannya. Itu kalo kamu mau berpikir
sedikit kritis. Ini juga sebagai upaya menyadarkan teman-teman kamu yang
mungkin gibolnya udah nggak ketulungan lagi. Gibol secara wajar sih boleh aja,
asal itu tadi, kewajiban belajar Islam nggak boleh terlantar gara-gara World
Cup. Pokoknya, selesaikan dulu semua urusan yang penting dan urgen kemudian
nonton World Cup kalo waktu bener-bener sudah longgar. Toh, ini semua
hanya permainan kan? Kata Rasulullah saw., permainan itu bisa melalaikan, lho.
Jadi
meskipun kamu cewek gibol jangan mau jadi tipe yang biasa-biasa aja. Tapi gibol
yang bisa menganalisis dengan cerdas ada apa di balik setiap peristiwa yang
terjadi dan berkembang. Sehingga, gibol kamu punya tetap punya bobot untuk
turut andil dalam penyadaran umat, sekecil apa pun itu. Cewek gibol yang
syar’i? So what gitu loh! Tetap semangat! [ria: riafariana@yahoo.com]